Sosok Ibu shely Yang Kuat

Asuransi wakaf saat ini memang mulai berkembang dan diprediksi akan semakin tumbuh di Indonesia. Hal itu disebabkan Indonesia merupakan salah satu negara mayoritas muslim dan tentu tidak asing lagi dengan wakaf. Untuk memudahkan masyarakat Indonesia untuk mewakafkan sebagian harta ataupun hal lain bisa melihat di seperti yang dilakukan oleh ibu shely satu ini yang tinggal di Banjarmasin.

Kisah Inspiratif kali akan kita tulis mengenai Ibu Shely yang merupakan ibu rumah tangga. Meskipun ibu rumah tangga dan tidak bekerja namun jangan salah, karena beliau memiliki tekad dan impian yang cukup mulia. Bagaimana tidak? meskipun hidup secara pas-pasan ia tetap memiliki hati mulia untuk menolong sesama. Ia beranggapan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya sehingga meskipun beliau tidak bekerja dan tidak memiliki uang, beliau tetap ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk insan lainnya.

Demi menghilangkan kebodohan di daerahnya, Banjarmasin, beliau memiliki impian untuk membangun Bimbingan Belajar (Bimbel) untuk anak-anak didaerah sana. Ia tanpa pamrih mengurus anak dan juga berjuang dalam rumah tangga. Meskipun beliau memiliki beberapa anak yang wajib dibesarkan dan dididik, beliau masih memiliki perhatian terhadap anak-anak lain didaerahnya. Suaminya bekerja sebagai tukang kebun miliki orang dan gajinya pun pas-pasan. Namun, demi memberikan manfaat untuk orang lain, Ibu shely tidak pantang menyerah untuk membangun masa depan yang lebih pintar dengan bimbingan belajar miliknya.

Sebagai seorang ibu rumah tangga, keseharian beliau cukup relatif sama seperti ibu-ibu rumah tangga lainnya. Dimulai dari pagi sebelum subuh memasak untuk keluarga dan menyiapkan makanan untuk sarapan suaminya sebelum berangkat bekerja di kebun dan juga untuk anak-anaknya yang berjumlah 4 orang. Anak pertama bernama Andi sudah berumur 25 tahun dan ia sudah bekerja di kota untuk membantu kehidupan orang tua dan adik-adiknya. Setiap sebulan sekali ia pulang untuk menengok keluarganya dan tak jarang pula membawa buku-buku bacaan yang dibelinya di pasar buku bekas di kota untuk oleh-oleh ibunya yang gemar membaca.

Dari sinilah, ide ibu shely ingin mendidik anak-anak didaerahnya melalui Bimbingan Belajar. Ia tanpa pamrih mengajar beberapa anak disana yang memang benar-benar ingin bisa membaca dan menulis serta berhitung. Masalah pendidikan memang masih menjadi masalah didaerah terpencil. Transportasi jauh ke sekolah menjadi kendala sehingga beliau mau turun tangan untuk menolong dan membantu anak-anak didaerah sana agar bisa membaca, menulis, dan berhitung sebagai kemampuan dasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *